Gold Coast Office Tower A Lt.15D, PIK, Jakarta Utara
blog img

Upaya memajukan perekonomian lewat dorongan ekspor kepada para pelaku usaha terus dilakukan Bea Cukai. Dalam menjalankan upaya tersebut, Bea Cukai di berbagai daerah melakukan kunjungan ke para pelaku usaha untuk menggali potensi ekspor komoditas. Hal ini dilakukan dengan memberikan asistensi dan bimbingan agar dapat mendorong terwujudnya realisasi ekspor.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai, Sudiro, menyatakan bahwa kegiatan customs visit customer (CVC) merupakan upaya rutin Bea Cukai dalam mendekatkan diri kepada para pelaku usaha. “Lewat CVC, Bea Cukai berupaya untuk mengenalkan tugas dan fungsi kami, memberikan informasi terkait kepabeanan dan cukai, dan tidak ketinggalan melakukan diskusi serta memberikan asistensi dan bimbingan kepada para pelaku usaha,” ujarnya.

Bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangka Belitung, Bea Cukai Pangkalpinang mengunjungi dua UMKM produsen getas, Sehati Duo Ayu dan Super Cap Tani. Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi pelaku usaha, serta untuk meningkatkan potensi ekspor, baik dalam skala UMKM maupun skala besar di seluruh wilayah pulau Bangka.

Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Pangkalpinang melihat proses penyiapan bahan baku, produksi, pengemasan, hingga menjadi hasil produk getas yang siap dipasarkan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait perkembangan usaha dan kendala dalam proses kegiatan ekspor.

Di wilayah Maluku, Bea Cukai Ambon juga melaksanakan CVC dengan mengunjungi PT Spice Island. Perusahaan yang berada di Pulau Seram, Maluku ini bergerak di bidang budidaya perkebunan pisang abaka. Pisang abaka juga dikenal dengan pisang manila atau pisang serat. Serat pisang ini dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi banyak produk turunan.

Sama halnya dengan Bea Cukai Pangkalpinang, dalam CVC ini Bea Cukai Ambon menanyakan bagaimana perkembangan usaha dan mendengarkan kendala yang dialami PT Spice Island. Dengan potensi pemanfaatan produk serat pisang abaka yang sangat besar ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang dapat dirasakan masyarakat di pulau Seram secara luas.

“Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggalian potensi ekspor, diantaranya dapat menggenjot neraca ekspor sehingga membantu terwujudnya pemulihan ekonomi melalui kontribusi devisa negara. Jangka pendeknya, ekspor akan membantu pemulihan ekonomi negara dan jangka panjangnya akan meningkatkan kesejahteraan industri produk lokal,” jelas Sudiro.

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan CVC ini, Bea Cukai dapat mengetahui setiap kendala dan kondisi yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Bea Cukai siap membantu pelaku usaha agar produk yang memiliki potensi untuk diekspor dapat terealisasi dengan menjadi fasilitator serta penghubung antara pelaku usaha dengan instansi atau pihak terkait untuk mewujudkan ekspornya.

Tags: