blog img

Import Baju China – Saat ini, bisnis fashion impor dari China kian menarik perhatian banyak pelaku usaha di Indonesia. Tidak hanya bagi para pebisnis senior tetapi juga para pemula. Pasalnya, import baju China menawarkan berbagai model baju kekinian dengan harga yang relatif lebih murah. Meskipun murah, barang tersebut tetap memiliki kualitas baik yang membuat orang berbondong-bondong untuk memulai bisnis. 

Akan tetapi, alangkah lebih baik apabila Anda mempelajari terlebih dahulu beberapa hal yang berkaitan dengan cara import baju dari China. Mulai dari faktor pendorong, langkah-langkah yang harus dilakukan, hingga rekomendasi barang yang cocok untuk pemula. Tujuannya, agar para pebisnis khususnya pemula dapat melakukan proses impor dengan aman dan lancar. 

Mengapa Banyak Pebisnis Tertarik Jadi Importir Barang dari China?

import baju china
Photo by Leon JL -Unsplash

Import baju China menjadi salah satu jenis bisnis yang sangat diminati oleh pebisnis di Indonesia. Alasan utamanya karena China menawarkan barang tersebut dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan produk serupa dari negara lain. Alhasil, pebisnis dapat memperoleh margin yang lebih tinggi. Hal ini didukung oleh sebuah fakta di mana China melakukan produksi secara massal sehingga dapat menekan biaya produksi per unit. 

Alasan berikutnya datang dari julukan China yang seringkali dikenal sebagai “negara produsen dunia” atau “pabrik dunia”. Artinya, China mampu memproduksi berbagai macam barang dengan kuantitas yang besar. Mulai dari fashion, gadget, peralatan rumah tangga, hingga mesin industri. Dengan begitu, pebisnis memiliki peluang yang lebih besar untuk memilih barang yang sesuai dengan permintaan di pasar lokal. 

5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Import Baju China

Lantas, apa saja yang perlu dipelajari sebelum import baju China? Coba simak 5 hal dasar berikut ini: 

1. Memilih Supplier Terpercaya 

Langkah pertama yang harus dilakukan agar proses impor dapat berjalan dengan lancar adalah memilih supplier terpercaya. Proses ini dapat dilakukan dengan melihat reputasi supplier melalui review dari pembeli sebelumnya. Anda juga bisa menggunakan beberapa platform jual beli online dari China seperti 1688, Alibaba, dan Taobao untuk mencari supplier. 

2. Negosiasi MOQ, Harga, dan Kualitas

Selanjutnya, pastikan Anda sudah memperhatikan MOQ yang ditentukan oleh supplier. MOQ atau Minimum Order Quantity merupakan jumlah minimum pembelian yang ditentukan oleh supplier. Jumlah ini pun dapat berbeda antara satu supplier dengan supplier lainnya. Sebagai pemula, usahakan untuk melakukan negosiasi agar dapat melakukan pembelian dengan MOQ kecil. Selain itu, sepakati juga detail harga, bahan, ukuran, warna, hingga standar kualitas yang Anda inginkan. 

3. Menentukan Metode Pengiriman

Kemudian, proses impor yang berjalan dengan baik tidak terlepas dari pemilihan metode pengiriman yang tepat. Sebagai contoh, jalur udara memiliki waktu pengiriman yang lebih cepat dengan biaya yang lebih mahal. Sebaliknya, pengiriman jalur laut dinilai lebih ekonomis akan tetapi memerlukan waktu yang lebih lama. 

4. Menggunakan Jasa Forwarder Terpercaya

Sebagai pebisnis pemula, Anda juga disarankan untuk menggunakan jasa forwarder terpercaya untuk mempermudah proses. Pastikan forwarder yang Anda pilih memiliki legalitas perusahaan dan reputasi yang baik. Anda juga bisa mempertimbangkan forwarder yang memiliki gudang pribadi karena akan menjamin keamanan dari barang yang dibeli. 

5. Hitung Semua Biaya (Landed Cost)

Jangan sampai terlewat, pastikan Anda sudah memasukkan semua komponen biaya dalam estimasi harga. Mulai dari harga barang, ongkos kirim internasional, bea masuk, PPN, PPh impor, hingga biaya handling dan distribusi lokal. Perhitungan ini menjadi salah satu poin penting untuk menentukan harga jual dan menjaga margin keuntungan.

Rekomendasi Baju yang Bisa Anda Import dari China

Photo by XinYing Lin -Unsplash

Untuk memulai bisnis, Anda bisa mempertimbangkan beberapa produk import baju China berikut: 

1. Busana Muslim 

Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia memiliki pasar yang menjanjikan untuk menjual busana muslim. Sehingga, berbagai fashion muslim seperti gamis, tunik, hingga hijab impor dari China dapat diterima dengan baik oleh pasarnya. Terlebih, busana muslim dari China juga menawarkan model yang variatif dengan harga terjangkau membuatnya cepat terjual.

2. Pakaian Kerja dan Formal

Rekomendasi yang berikutnya adalah pakaian yang biasa digunakan untuk pergi bekerja atau mendatangi acara formal. Ada blazer, kemeja, dan celana formal impor dari China yang diminati oleh pekerja kantoran maupun mahasiswa. Produk-produk tersebut sangat berpotensi mendatangkan margin keuntungan yang tinggi jika dipasarkan dengan tepat.

3. Pakaian Bayi dan Anak 

Permintaan pasar yang selalu stabil sepanjang tahun adalah permintaan akan pakaian bayi dan anak. Pasalnya, para orang tua akan membelikan pakaian untuk anak mereka secara rutin sesuai dengan tumbuh kembang anak. Terlebih, baju anak impor dari China biasanya punya desain lucu, warna menarik, dan harga lebih murah dibanding produk lokal.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Impor Baju dari China

Agar terhindar dari beberapa kesalahan yang umum terjadi saat import baju China, coba perhatikan penjelasan berikut: 

1. Kualitas Produk yang Kurang Berkualitas

Pertama, adakalanya pebisnis melewatkan beberapa poin penting untuk menjamin kualitas barang. Alhasil, kualitas dari barang yang diterima pun kurang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bisnis. Untuk mencegah terjadinya hal serupa, Anda disarankan untuk memesan sampel produk terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

2. Komunikasi yang Kurang Jelas dengan Supplier

Hal lain yang terkadang menjadi penghambat proses pembelian adalah adanya kendala bahasa. Pasalnya, sebagian besar supplier di China menggunakan Bahasa Mandarin sebagai bahasa sehari-hari. Sedangkan, tidak semua pebisnis khususnya pemula dapat memahami Bahasa Mandarin. Karenanya, Anda disarankan untuk meminta bantuan penerjemah maupun jasa forwarder yang sudah berpengalaman. 

3. Kurang Memahami Regulasi Impor dan Bea Cukai

Kesalahan fatal lain yang dapat menghambat proses impor adalah kurangnya pemahaman regulasi impor dan perizinan Bea Cukai. Meskipun terlihat sepele, ternyata proses perizinan yang terhambat dapat mengakibatkan barang tertahan atau bahkan dikembalikan ke negara asal. Jadi, pastikan Anda sudah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk mengimpor barang. 

RTS Ekspedisi menawarkan berbagai keunggulan sebagai jasa import China yang nyaman, mudah, dan terpercaya bagi anda. Transparansi biaya yang ditawarkan oleh @rts.ekspedisi turut membantu anda dalam menyusun rencana pengembangan bisnis. Jangan ragu untuk menghubungi Alfi dan Nanda serta dapatkan konsultasi secara gratis dari RTS Ekspedisi! 

Baca Juga: