Sebagai salah satu instansi vertikal Kementerian Keuangan, Bea Cukai Pasuruan turut mendukung peningkatan ekspor di Indonesia. Situasi pandemi covid-19, tidak menghalangi semangat dan konsistensi Bea Cukai Pasuruan untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang berhubungan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Langkah nyata yang dilakukan Bea Cukai Pasuruan dalam mendukung program pemerintah yakni, mengadakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Pegawai dan Pelatihan Ekspor bagi IKM-UMKM di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan yang telah dilaksanakan selama 4 (empat) hari pada pertengahan Maret lalu,

“Pelatihan ekspor yang dilanjutkan dengan asistensi intensif dari Bea Cukai Pasuruan telah membuahkan hasil nyata. Salah satu IKM-UMKM binaan Bea Cukai Pasuruan, yaitu Raragu Craft telah berhasil membawa produknya bersaing di pasar internasional,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan, Hannan Budiharto.

Raragu Craft yang dimiliki oleh Linda Star Krissanti ini, bergerak dalam komoditi kerajinan tangan atau handycraft yang terbuat dari kain jenis felt/flannel dan tali katun/macramé. Sebagian besar hasil produksi Raragu Craft memang ditujukan untuk mainan yang dapat dijadikan sebagai media edukasi anak. Mulai dari Boneka Jari, Bongkar Pasang Jaman Now, Minihouse Felt, Babybook hingga Busybook yang memiliki berbagai variasi.

Tak hanya produksi mainan anak, Raragu Craft juga membuat Wall Hanging Macrame yang dapat ditempatkan di berbagai ruangan untuk menambah segi estetika ruangan. Luar biasanya lagi, di dalam proses produksi dengan kualitas ekspor, Linda melibatkan sejumlah penyandang disabilitas.

Dari pelatihan ekspor kali ini, Raragu Craft berhasil mengekspor pertama kalinya produk mereka ke Singapura pada Jumat (23/07). “Kami berharap apa yang telah dilakukan oleh salah satu UMKM ini dapat memacu UMKM lainnya di wilayah Pasuruan agar dapat meningkatkan kualitas produk mereka sehingga dapat diekspor,” pungkas Hannan.