Apakah Packing List Sama dengan Invoice? – Anda mungkin sering mendengar istilah packing list dan invoice saat mengurus pengiriman barang. Keduanya merupakan dokumen-dokumen penting yang wajib ada saat proses pengiriman. Akan tetapi, apakah packing list sama dengan invoice? Baik packing list dan invoice ternyata memuat informasi dan fungsi yang berbeda. 

Artikel kali ini akan membahas perbedaan packing list dan invoice singkat, padat, dan jelas. Selain itu, Anda juga bisa mempelajari kapan harus menyertakan kedua dokumen tersebut selama proses pengiriman barang. 

Apa Perbedaan Packing List dan Invoice?

Photo by SumUp -Unsplash

Secara sederhana, jawaban dari apakah packing list sama dengan invoice dapat dijelaskan melalui poin-poin berikut ini: 

1. Tujuan Dokumen

Dari tujuan dibuatnya dokumen, invoice merupakan dokumen penagihan dan bukti transaksi jual beli yang dilakukan. Sedangkan packing list merupakan dokumen yang digunakan untuk verifikasi barang saat pengiriman.  

2. Isi Dokumen

Invoice biasanya memuat informasi terkait nama barang, jumlah, harga satuan, harga total, mata uang, hingga pajak. Berbeda dengan packing list yang hanya memuat jenis barang, jumlah, berat, ukuran, dan jenis kemasan. 

3. Fungsi Utama

Kemudian, fungsi utama dari invoice adalah untuk menjelaskan nilai jual suatu barang dan sebagai tagihan pembayaran. Sedangkan packing list hanya menjelaskan isi barang yang dikirim dari segi fisik. 

4. Siapa yang Menggunakan?

Lalu, siapa saja yang menggunakan invoice dan packing list? Invoice biasanya digunakan oleh pembeli, penjual, bagian keuangan, dan pajak. Sementara packing list biasanya digunakan oleh logistik, Bea Cukai, gudang, dan penerima.

5. Status Dokumen

Berdasarkan status dokumen, invoice merupakan dokumen komersial resmi yang dapat digunakan untuk urusan perpajakan. Berbeda dengan packing list yang merupakan dokumen pelengkap logistik. 

Kelima poin yang menggambarkan perbedaan antara invoice dan packing list tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Invoice: Jaket Waterproof – 100 pcs x $15 = $1.500, PPN 10% = $150, Total = $1.650 [ Menyebut harga & total bayar].
  • Packing List: 100 pcs Jaket Waterproof, Berat: 80 kg, Ukuran Koli: 60x40x30 cm, Jenis Kemasan: Karton [Tidak menyebut harga].

Apa Itu Packing List?

Bagian ini akan menjawab pertanyaan tentang apakah packing list sama dengan invoice dengan lebih detail: 

Definisi Packing List

Secara definisi, packing list merupakan sebuah dokumen penting dalam proses pengiriman barang yang berisi rincian secara lengkap tentang isi dari pengiriman barang. Dokumen ini biasanya disiapkan oleh pengirim baik eksportir atau supplier. Kemudian, pembuatan dokumen ini bertujuan untuk mempermudah proses pengidentifikasian dan verifikasi barang oleh pihak terkait seperti pembeli, Bea Cukai, ekspedisi, hingga asuransi.

Isi Dokumen Packing List

Packing list biasanya mencakup informasi terkait:

  1. Deskripsi Barang (nama produk atau jenis barang)
  2. Jumlah Unit (dalam pcs, box, atau koli)
  3. Berat Bersih dan Kotor
  4. Dimensi atau Ukuran Paket (panjang x lebar x tinggi)
  5. Jenis Kemasan (karton, palet, karung, drum, dll)
  6. Jumlah Paket atau Koli
  7. Referensi dokumen seperti nomor invoice atau purchase order

Fungsi Packing List

Fungsi dari packing list dapat Anda pelajari melalui poin-poin berikut ini: 

  • Digunakan untuk verifikasi isi barang saat ekspor atau impor pada proses pemeriksaan bea cukai.
  • Membantu penerima memastikan jumlah dan jenis barang sesuai pesanan pada proses penerimaan barang.
  • Membantu staf gudang dan ekspedisi dalam pengelompokan, pemuatan, dan penataan barang saat melakukan pengaturan logistik.
  • Melengkapi informasi invoice dengan rincian fisik barang sebagai dokumen pendukung invoice.

Apa Itu Invoice?

apakah packing list sama dengan invoice
Photo by Mikhail Nilov -Pexels

Langkah berikutnya untuk memahami apakah packing list sama dengan invoice dapat dilakukan dengan mengenali apa itu invoice.

Definisi Invoice

Invoice merupakan sebuah dokumen komersial resmi yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli setelah terjadi sebuah transaksi jual beli. Invoice berfungsi sebagai tagihan sekaligus bukti sah bahwa terjadi penjualan antara kedua belah pihak. Biasanya, dokumen ini akan memuat informasi terkait harga barang atau jasa, jumlah yang harus dibayar, serta syarat pembayaran. 

Isi Invoice

Berikut beberapa informasi yang termuat dalam invoice:

  1. Nama dan alamat penjual serta pembeli
  2. Nomor dan tanggal invoice
  3. Deskripsi barang atau jasa yang dijual
  4. Kuantitas (jumlah unit)
  5. Harga per unit dan total nilai barang
  6. Mata uang transaksi (misalnya: IDR, USD, CNY)
  7. Diskon atau biaya tambahan (jika ada)
  8. Total yang harus dibayar
  9. Syarat pembayaran (payment terms), seperti tenggat waktu atau metode transfer
  10. Informasi perpajakan, seperti PPN (jika berlaku)

Fungsi Invoice

Sedangkan fungsi dari invoice dapat Anda pelajari melalui poin-poin berikut ini: 

  • Sebagai bukti transaksi resmi antara penjual dan pembeli
  • Dasar penagihan atas pembayaran dari pembeli kepada penjual
  • Dokumen penting untuk pelaporan pajak (misalnya, PPN atau pajak penghasilan)
  • Digunakan oleh bea cukai untuk menilai nilai barang, menghitung bea masuk, dan pajak impor sebagai referensi saat proses impor. 
  • Dokumen pelengkap dalam ekspor-impor, bersama dengan packing list dan bill of lading

RTS Ekspedisi menawarkan jasa import China yang nyaman, mudah, dan terpercaya bagi anda. Terlebih, @rts.ekspedisi juga menawarkan transparansi biaya yang dapat membantu anda dalam menyusun rencana pengembangan bisnis. Jangan ragu untuk menghubungi Alfi dan Nanda untuk mendapatkan konsultasi secara gratis dari RTS Ekspedisi! 

Baca Juga: